Rabu, 13 April 2011

Warna Mu

Lama aku meghitung detik
kini kembali pada pagi yang sepi
meski mentari nampak tegar berdiri
tapi hati masih buta untuk berlari

embun masih menyisa
kesejukan berkejaran pada napas
resah yang mendesah
pilu hati terpenjara mimpi

warna masih menghiasi
senyum manis yang pernah terlukis
mengiris jiwa tuk dapat arti
pada hidup, pada mimpi

tangan kekar penantian
begitu erat memegangiku
enggan tuk melepas
walau jiwa susah tuk bernapas

Air penghianatan yang pahit
Masih terasa dan tetap terasa
buih kekosongan
racuni angan selami penderitaan
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar