Lama aku meghitung detik
kini kembali pada pagi yang sepi
meski mentari nampak tegar berdiri
tapi hati masih buta untuk berlari
embun masih menyisa
kesejukan berkejaran pada napas
resah yang mendesah
pilu hati terpenjara mimpi
warna masih menghiasi
senyum manis yang pernah terlukis
mengiris jiwa tuk dapat arti
pada hidup, pada mimpi
tangan kekar penantian
begitu erat memegangiku
enggan tuk melepas
walau jiwa susah tuk bernapas
Air penghianatan yang pahit
Masih terasa dan tetap terasa
buih kekosongan
racuni angan selami penderitaan
kini kembali pada pagi yang sepi
meski mentari nampak tegar berdiri
tapi hati masih buta untuk berlari
embun masih menyisa
kesejukan berkejaran pada napas
resah yang mendesah
pilu hati terpenjara mimpi
warna masih menghiasi
senyum manis yang pernah terlukis
mengiris jiwa tuk dapat arti
pada hidup, pada mimpi
tangan kekar penantian
begitu erat memegangiku
enggan tuk melepas
walau jiwa susah tuk bernapas
Air penghianatan yang pahit
Masih terasa dan tetap terasa
buih kekosongan
racuni angan selami penderitaan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar